Selasa, 13 Desember 2011

YG Entertainment vs SM Entertainment : Perbedaan Strategi Penjualan Album di Tahun 2011


Masuknya YG Entertainment baru2 ini ke dalam pasar pertukaran saham Korea, yang lebih dikenal sebagai Korean Securities Dealers Automated Quotations (KOSDAQ), membuat persaingan agensi ini dengan label yang sama2 terkenal dan menjadi salah satu pilar K-Pop : SM Entertainment, menjadi semakin seru.


Dengan memuncaknya kompetisi sampai titik yang sangat tinggi, khususnya dengan acara2 penghargaan musik akhir tahun yang digelar beberapa minggu lalu, kedua raksasa dalam industri musik Korea tersebut harus secara singkat memeriksa pencapaian2 mereka selama tahun ini. Dimulai dari SM Entertainment yang mengelola nama2 familiar dalam dunia K-Pop seperti f(x), Super Junior, DBSK, dan SNSD, ini baru sedikit yang disebutkan. Sementara itu, YG menyaingi mereka dengan Big Bang, 2NE1, dan Gummy, beserta serangkaian nama musisi2 berbakat dengan cakupan luas. 


Sekarang, berkaitan dengan penjualan album, YG Entertainment memimpin dalam penjualan online, dengan lebih banyak orang mendownload lagu2 artis mereka, tapi SM Entertainment lebih unggul dengan orang2 yang membeli lebih banyak CD artis mereka.
Dimulai dengan YG, dari Januari sampai November 2011, chart single top 50 berisi lebih dari 10 lagu2 YG tiap bulan; yang mengumpulkan hingga 20% dari tiap2 top 50 lagu yang berasal dari label ini. Sebagai contoh, lagu “I Cheated” oleh GG (grup yang dibentuk oleh Park Myung Soo dan G-Dragon untuk Festival Lagu Infinity Challenge) ditulis dan diproduseri oleh G-Dragon serta menampilkan vokal Park Bom dan meraih ranking 2 di bulan Juli. Lebih jauh lagi, lagu solo Park Bom “Don’t Cry” meraih ranking 4 secara keseluruhan di bulan April dan grupnya 2NE1 meraih posisi 5 lewat single hit mereka “Lonely” di bulan Mei.

Sekarang dengan SM Entertainment, penyanyi2 mereka menempati posisi tinggi juga, dengan “Dangerf(x) meraih posisi 6 dalam chart top 50 di bulan April sementara “Hot Summer” meraih ranking 23 di bulan Juni. Walaupun artis2 SM lainnya seperti DBSK, Super Junior, dan SNSD gagal masuk dalam jajaran top 50 secara digital.

Meski begitu, ini barulah permulaan yang menjadikannya menarik – artis2 yang disebut di atas, yang gagal masuk dalam chart top 50, mengumpulkan jumlah sukses yang besar secara offline, mengumpulkan 30% dari top 20 album yang dijual retailer, yang berarti rata2 lebih dari 100.000 album dijual oleh SM Entertainment. Secara khusus, tiga artis SM berhasil meraih sebuah rekor luar biasa dengan penjualan 200.000 terjual dalam bulan November. Dalam kasus YG, Big Bang dan 2NE1 memimpin di depan dengan sangat baik, dengan kedua grup terbiasa menduduki top spot dalam ranking2 musik dan catatan penjualan, dengan album keempat Big Bang yang terjual lebih dari 100.000 CD.

Lebih khusus lagi, perbedaan dalam popularitas online dan offline terkait penjualan album dan hasilnya berlawanan dengan strategi kedua label. Memang, 2NE1 dari YG Entertainment menggunakan taktik merilis sebuah single digital dalam jangka waktu tiap bulan, dengan demikian memastikan posisi tiap2 lagu dalam top 10 dalam situs2 streaming musik sehingga popularitas mereka terjaga. Dan masih, SM Entertainment mengerahkan album Super Junior yang sangat dinantikan (yang terakhir dirilis satu setengah tahun lalu) yang mencetak rekor penjualan lebih dari 300.000. Bahkan dengan rekor besar ini, grup tersebut segera merilis album repackage yang terjual lebih dari 130.000 CD. Taktik ini lagi2 digunakan oleh SM untuk DBSK, yang lagi2 memanen penghargaan2 finansial juga lonjakan popularitas.

Tentu saja, hanya dengan perbandingan penjualan online/offline dari kedua catatan perusahaan saja tidak berarti keunggulan salah satu terhadap yang lainnya dapat sepenuhnya disimpulkan. Ada banyak faktor yang harus diperhitungkan untuk membandingkan secara keseluruhan, pengaruh dan peluang keduanya, YG dan SM Entertainment, dalam gelombang Hallyu. Dengan K-pop yang saat ini merambah ke luar negeri, kedua label berhasil mengumpulkan lebih dari 7 – 9 juta U.S. dollar (sekitar 70 – 90 miliar rupiah) dalam penjualan dari konser, fan meeting, dan tentu saja, catatan penjualan. Rival menjadi rival, kedua raksasa K-Pop ini tidak diragukan lagi akan saling beradu sekali lagi di tahun 2012, dengan grup2 baru, lagu2 baru, dan kejutan2 baru menanti di penghujungnya.



credit : soompi



Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Welcome ^^

 

My Zone :) Design by Insight © 2009