Kamis, 23 Februari 2012

K-Pop dan Fenomena ‘Virtual Husband and Wife’

 

K-Pop atau Korean Wave kini booming di kalangan remaja Indonesia. Satu ciri khas yang berbeda dari para penggemar musik Korea tersebut adalah tingkat fanatisme yang bisa dikatakan cukup tinggi, di mana para penggemar tidak hanya melihat idola sebagai idola namun juga sebagai seorang suami atau istri virtual.

Boyband atau girl band Korea, memiliki jumlah anggota yang berbeda-beda dengan formasi yang bisa dibilang cukup besar. Sebut saja Super Junior dengan 13 member (satu member keluar, satu vakum dan satu menjalani wajib militer), SNSD (9 member), Big Bang (5 member), 2PM (6 member), B2ST (6 member) atau idola baru seperti Teen Top (6 member) dan Boyfriend (juga 6 member).

Awalnya tentu cukup sulit bagi penggemar untuk membedakan masing-masing idola tersebut. Apalagi jika masih awam, mereka bakal bingung dengan jumlah member yang banyak, serta satu hal yang kerap dikeluhkan adalah wajah yang mirip.

Namun di sini penggemar Korea terbentuk dengan cara yang berbeda. Terlalu banyaknya pilihan idola, tidak mungkin bagi mereka untuk menyukai semua. Kebanyakan fans K-Pop memiliki satu favorit boyband atau girl band, dan menjadi anggota dari satu fandom seperti ELF (penggemar Super Junior) atau BlackJack (penggemar 2NE1). Meski tak sedikit juga mereka memiliki fandom lebih dari satu.

Dari banyaknya anggota tersebut, idola mereka lebih menyempit lagi. Bisa dikatakan dari satu boyband atau girl band, mereka mempunyai bias (member favorit). Di sinilah fenomena virtual husband and wife bermula. Tidak sedikit dari penggemar menyatakan bahwa bias tersebut adalah suami atau istri mereka.

Karena idola mereka menyempit menjadi member favorit, lebih mudah bagi penggemar untuk fokus. Bermacam informasi mengenai bias mereka tersebut mereka kumpulkan. Mulai dari hal yang menjadi kesukaan idola mereka hingga data pribadi yang bisa mereka akses dari fancam, reality show, atau segala hal yang berhubungan dengan idola mereka.

Seperti gayung bersambut, para Idola Korea tampaknya memang diciptakan untuk para fans. Kebanyakan manajemen menerapkan larangan untuk berpacaran bagi para artisnya. Hal ini untuk menghindari agar seorang idola bukanlah seorang yang menghancurkan mimpi para fans.

Hal ini ditunjang dengan adanya kemudahan informasi dari dunia maya. Facebook, twitter dan youtube menjadi penunjang penggemar untuk mengekspresikan diri. Tak jarang penggemar memasang foto idola mereka dan menyebutnya sebagai suami atau istri.
Apalagi bila mereka telah mengaku bahwa satu idola adalah suami atau istri mereka. Bisa dicek, gadget penggemar tersebut bakalan penuh dengan data sang idola, baik foto, lagu, video yang mereka download atau hasil berbagi dengan sesama fans.


 
Credit : kapanlagi.com
Posted by :  minozone.blogspot.com



Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Welcome ^^

 

My Zone :) Design by Insight © 2009